|
Jurnal Sosial-Politika No. 12 Telah Terbit dan Beredar |
|
|
|
Written by Admin
|
|
Thursday, 15 December 2005 |
Jurnal Sosial-Politika No. 12 telah terbit dan beredar sebagaimana biasanya. Yang berikut disampaikan Pengantar Redaksi dan daftar artikel yang dimuat.
Dari Editor
Edisi Jurnal Sosial-Politika (JSP) yang hadir di hadapan anda adalah edisi ke-12. Dalam edisi ini, ada enam artikel yang dimuat, yang pokok kajiannya membahas isu-isu kawasan, nasional, dan internasional.
Artikel pertama membahas tentang demokrasi dari sudut pandang Islam. Namun demikian, demokrasi dari sudut pandang Barat juga disinggung, yang dipakai sebagai pembanding dalam membangun argumen. Adapun argumen dari tulisan ini adalah ajaran Islam kompatibel dengan ajaran demokrasi.
Artikel kedua dan ketiga menyoroti fakta politik yang sedang hangat akhir-akhir ini, yakni Pemilihan Langsung Kepala Daerah (Pilkada) di Kalimantan Timur. Dalam artikel kedua, studi kasus yang diambil adalah Pilkada di Kabupaten Bulungan dengan pokok bahasan pendiskualifikasian Bupati yang “sedang berkuasa” sebagai calon Bupati masa berikutnya. Artikel ketiga mengambil kasus Pilkada di Kota Samarinda yang memfokuskan diri pada debat publik antara para kandidat Walikota.
Kenaikan harga BBM pada masa pemerintahan SBY-JK merupakan pokok bahasan yang disoroti dalam artikel keempat. Kajiannya memusatkan perhatian pada berbagai implikasi dari kebijakan tersebut, baik implikasi sosial, ekonomi, maupun politik. Menurut penulisnya, kebijakan ikutannya berupa Bantuan Langsung Tunai (BLT) kepada rakyat miskin tidak mampu menyelesaikan permasalahan yang timbul akibat dari kenaikan harga BBM tersebut.
Artikel kelima mencoba memetakan pergeseran model pembangunan ekonomi developmental state Jepang, yang merupakan implikasi dari reformasi ekonomi dan politik dalam merespon krisis ekonomi di negara Sakura. Hasilnya adalah pengintegrasian ekonomi nasional Jepang dalam suatu pusaran ekonomi global yang berdasarkan prinsip-prinsip neo liberal-kapitalis.
Dalam artikel terakhir, penulisnya membahas posisi Cina dalam konteks keamanan Asia Pasifik. Mainstream argumen yang berkembang memandang bahwa Negara Tirai Bambu ini merupakan “Ancaman.” Mainstream argumen lain memandang bahwa Cina merupakan “Asset” bagi negera-negara Asia Pasifik. Menurut penulisnya, dua kutub argumen ini melihat persoalan yang ada secara hitam-putih, dan mengabaikan ‘wilayah abu-abu.’ Proposisi yang ‘digali’ dari ‘wilayah abu-abu’ menawarkan argumen bahwa Cina harus dipandang sebagai “Tantangan” dalam isu keamanan Asia Pasifik.
Samarinda, Desember 2005
Dewan Editor
Jurnal Sosial-Politika
----------------------------------------------------------------------------
DAFTAR ISI
Debating Democracy: Western Model and Islam
Ida Farida
Pages: 92-103
Pilkada di Kalimantan Timur: Studi Tentang Pendiskualifi-kasian Bupati Dalam Pilkada Kabupaten Bulungan
Herman
104-118
Studi Tentang Debat Publik Calon Walikota dan Wakil Walikota Samarinda Tahun 2005
Saiful
119-135
Kebijakan Pemerintahan SBY-JK Tentang Kenaikan Harga BBM 1 Oktober 2005
Muhammad Hairul Saleh
136-151
Pergeseran Model Pembangunan Ekonomi Developmental State Jepang
Uni Sagena
152-171
China and the Asia-Pacific Security: Threat, Asset, or Challenge?
Djoko Susilo
172-182 |